Alam dan Persahabatan, Perayaan Persahabatan dari Yukitoshi Tanaka Abdul Rosid
31/12/2007 23:23Jogja dikenal sebagai kota dengan masyarakat yang sangat bergam. Berbagai macam orang dari berbagai latar budaya berkumpul menjadi satu, tidak terkecuali Yukitoshi Tanaka Abdul Rosid yang merupakan warga asal Jepang.
Yukitoshi Tanaka sudah tinggal di Jogja sejak 56 tahun yang lalu, dan ia tinggal di sebuah rumah di Kaliurang yang kini menjadi Vogels Hostel.
Dalam perayaan ulang tahunnya yang ke-100, keluarga besar Tanaka menyelenggarakan sebuah perayaan. Tidak hanya perayaan meriah, namun juga sangat penting mengingat perayaan ini juga melibatkan penanaman 1000 pohon guna menyegarkan kembali udara di kawasan wisata Kaliurang. Perayaan ini diselenggarakan di Vogels Hostel Kaliurang pada Sabtu (29/12).
Awalnya, Yukitoshi Tanaka bekerja di sebuah perusahaan di Indonesia, setelah melewati berbagai kejadian, termasuk diantaranya Perang Dunia ke-2 dia memutuskan untuk tinggal di Indonesia. Melewati berbagai cobaan, ia tetap bertahan di Indonesia dan berkeluarga dengan seorang gadis dari Bandung, Eulis.
Hingga kini, dia sudah menjalani kehidupan sebagai warga Jogja sejak 1951 bersama istri dan ke delapan anaknya. Yukitoshi Tanaka sendiri merupakan aktivis Yayasan Warga Persahabatan, sebuah yayasan yang dibentuk oleh warga Jepang yang menetap di Indonesia dan telah banyak membantu hubungan persahabatan Indonesia dengan Jepang.
Keluarga besar Tanaka, bersama Yayasan Warga Persahabatan mencoba menghadirkan berbagai kesenian Jepang dala memperingati ulang tahun ke-100 Yukitosh Tanaka. Mulai dari origami (seni melipat dari Jepang) yang hadir dengan berbagai bentuk hingga sebuah tarian musim panas Bongo Dori, yang merupakan tarian musim panas dan ditarikan oleh warga pekampungan di Jepang semalam suntuk.
Meski awalnya acara ini hanya berangkat dari sebuah perayaan ulang tahun, namun berkat kerjasama dengan Universitas Atma Jaya Yogyakarta dan Taman Nasional Gunung Merapi, acara ini juga menghadirkan sebuah kegiatan peduli lingkungan yaitu penanaman 1000 pohon, sebuah kegiatan yang tidak hanya bisa dinikmati saat ini namun juga bermanfaat untuk kehidupan kelak.
Ratusan warga Kaliurang menikmati seluruh rangkaian acara, yang tidak hanya terselenggara siang namun hingga malam hari. Selain menampilkan keragaman seni dari Jepang, acara ini juga menghadirkan berbagai seni dari Jogja, sehingga suasana persahabatan pun secara tidak disadari muncul melalui sajian seni lintas negara tersebut.
Di umurnya yang ke-100, Yukitoshi Tanaka Abdul Rosid tidak sekedar menjadi bagian dari Indonesia dan Jogja. Lebih dari itu dia telah berhasil menunjukkan dan membangun sebuah persahabatan dari dua negara yang pernah berseteru. (dit)
Sumber : Truly jogja.com